BERAWAL DARI IKLAN HOLCIM

Masih ingat nggak dengan iklan semnet ber merk Holcim yang beberapa waktu lalu ditayangkan di tivi? dengan background lagu yang nananyi anak kecil, kurang lebih begini nih lagunya:
Saat ku dibangun dulu, aku bertanya jadi apa?
akankah besar? atau kecil? inilah jawabya
Que sera-sera selama ada Holcim jadi apapun juga pasti sempurna
Penasaran sama iklannya? bisa liat disini
Bukan karena materi iklannya ya..tapi seneng banget aku sama lagu ini..karena penasaran banget pengen tau aslinya lagu ini gimana sih? lantas kutanya sama om google: dari penjelasan om google akhirnya aku mendapatkan beberapa fakta yang membuat aku jadi tambah seneng sama lagu ini..apa aja faktanya? Ini dia:
Lagu aslinya berjudul “Que Sera Sera” digubah pada tahun 1956 oleh Jay Livingston dan Ray Evan serta dipopulerkan oleh Doris Day telah dirubah oleh “perancang iklan” Pabrik Semen Holcim ini begitu merdu oleh lantunan suara anak kecil. Que Sera Sera adalah bahasa Spanyol yang jika diterjemahkan dalam bahasa Inggeris berarti “whatever will be will be” atau sinonimnya “whatever may happen”. Kalimat terkenal ini dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan “apapun yang terjadi, terjadilah”.Nah ini lirik lagu aslinya yang ternyata bagus banget:
When I was just a little girl
I asked my mother, what will I be
Will I be pretty, will I be rich
Here's what she said to me.
Que Sera, Sera,
Whatever will be, will be
The future's not ours, to see
Que Sera, Sera
What will be, will be.
When I was young, I fell in love
I asked my sweetheart what lies ahead
Will we have rainbows, day after day
Here's what my sweetheart said.
Que Sera, Sera,
Whatever will be, will be
The future's not ours, to see
Que Sera, Sera
What will be, will be.
Now I have children of my own
They ask their mother, what will I be
Will I be handsome, will I be rich
I tell them tenderly.
Que Sera, Sera,
Whatever will be, will be
The future's not ours, to see
Que Sera, Sera
What will be, will be.
Nah di atas itu ada video yang menayanngkan Doris Day menyanyikan lagu Que sera-sera. Dalam lagu tersebut Doris Day bercerita sekaligus bertutur. Bercerita ketika ia masih bocah dan bertutur apa yang pernah dituturkan ibunya yang bijak, bahwa apa yang akan terjadi di masa datang adalah diluar kendali kita. “The future’s not ours, to see” demikian tutur ibunya ketika ia bertanya ‘apakah aku akan menjadi gadis cantik dan kaya? (Will I be pretty, will I be rich)’. Sebuah pengakuan tulus atas keterbatasan diri sekaligus kesaksian akan Kebesaran Tuhan bahwa Dia mutlak berkehendak tehadap kejadian di masa depan.
Nah, judul lagunya sendiri Que sera-sera dalam bahasa Inggris berarti whatever will be will be, atau dalam bahasa Indonesia apapun yang terjadilah, terjadilah. Dalam tataran rohani yang fitri, esensi kalimat-kalimat tersebut mutlak berada dalam wilayah Illahiah yang sesungguhnya tidak akan pernah terjangkau dan terlampaui oleh kemampuan manusia – bahkan oleh Fir’aun sekalipun. Ketika manusia sadar dan paham akan posisinya sebagai makhluk, maka ia akan tetap menjaga ‘kemakhlukan-dirinya’ untuk tetap “berserah diri (surennder)” kepada Penciptanya dengan berlaku sesuai kemampuannya. Simak, renungi dan hayati hikmah Fir’aun yang telah dijelaskan di kitab suci. Dengan menunjukkan kebesarannya, dengan mengangkat kedaulatannya, dengan memaparkan kekuasannya dan dengan membangun keabadian dirinya, Fir’aun berusaha terbang tinggi - setinggi imajinasi dan seluas halusinasinya untuk menggapai kemutlakan wilayah Tuhan. Fir’aun men-tuhan-kan diri untuk di-tuhan-kan oleh rakyatnya. Maha-Suci Allah lagi Maha Penyayang yang mengirim Musa untuk memberi peringatan lebih dahulu atas kelalaian Fir’aun dan pengikutnya. Tuhan tidak serta-merta menghancurkan atau membenamkan kebesaran yang disandangnya. Sebuah deklarasi yang sesungguhnya hanya Allah-lah yang berhak menyandangnya. Allah sebagai Tuhan – Dzat Pencipta dan Pemilik alam semesta ini.

Comments

Popular Posts