RISET SEMUR

Habis liat acara masaknya farah quinn, jadi penasaran sama salah satu masakannya, Semur. Yang menjadi penasaran bukan masakan semurnya (karena masakan itu cukup familiar di lidahku) tapi karena sejarahnya. Farah quinn bilang kalo semur itu aslinya resep dari belanda..masa sih??? hmm..klo dipikir2 sih bisa jadi karena negara Indonesia ini nih sudah sangat lama dijajah belanda, jadi sangat dimungkinkan terjadi akulturasi budaya termasuk dalam hal masak memasak. bener..bener...
tapi, nggak percaya gitu aja aku..akhirnya ku searching lah apa itu semur, bagaimana sejarahnya..hehehe...sedikit riset di internet gitu lah...
dan luar biasa yang kutemukan..karena berita pertama yang kubaca adalah masakan semur yang mau di klaim sebagai masakan aslinya malaysia..hmmm...kejadian lagi nih saling klaim..
Menurut sejarawan JJ Rizal dari berita yang kubaca bahwa dulu pada masa jaman penjajahan mayoritas orang belanda kan punya pekerja orang Indonesia, trus pada waktu pekerjanya itu disuruh masak mereka teriak memasak dalam stomerijj (kukusan), tapi terdengar smoor lalu menjadi semur. Namun, cara memasaknya indonesia banget,karena kan indonesia sudah mengenal memasak dan mengolah daging dan ikan sejak jaman masa berburu dan meramu pada abad 9 masehi. Nah, bukti tersebut tersurat dalam relief candi Borobudur dan Candi prambanan. Liat gambar di bawah:
Relief yang menggambarkan budaya memasak pada jaman dulu

Nah, balik lagi ke interaksi antara masyarakat Belanda dan Indonesiar. Makanan yang pernah dijadikan sebagai menu utama dalam perjamuan bangsa Belanda ini berasal dari kata ‘smoor’ (bahasa Belanda) menjadi ‘semur’ (bahasa serapan). ‘Smoor’ dalam bahasa Belanda berarti masakan itu telah direbus dengan tomat dan bawang secara perlahan. Salah satu buku resep tertua dan paling lengkap mendokumentasikan resep masakan di Hindia Belanda, Groot Nieuw Volledig Oost-Indisch Kookboek yang terbit pada 1902, memuat enam resep semur (Smoor Ajam I, Smoor Ajam II, Smoor Ajam III, Smoor Bandjar van Kip, Smoor Banten van Kip, Solosche Smoor van Kip). Mau liat bukunya? liat gambar di bawah

Buku ini menegaskan bahwa smoor yang kemudian dilafalkan sebagai semur adalah masakan yang dikembangkan di dalam dapur Indis, kaum peranakan Eropa.
Lalu rempah2 bumbu dalam semur dipengaruhi oleh bangsa pendatang dari India dan Timur Tengah. Nah, bentuk masakan dan citarasa kecap dipengaruhi oleh unsur tionghoa peranakan. Nah kecap yang dipakai adalah kecap manis asli Indonesia, karena bangsa china kenalnya sama kecap asin aja. Jadi warna yang hitam manis dan rasa hangat rempah menunjukkan masakan asli Indonesia.

Hmm....sejatinya, Semur adalah bukti nyata perkembangan budaya, tradisi dan kuliner di Indonesia. Di berbagai daerah di Nusantara, Semur hadir memberi warna pada khasanah kuliner nusantara. Citarasa dan cara pengolahannya yang unik telah diinterpretasikan secara beragam sesuai dengan karakteristik daerah tersebut, sehingga menjadikannya sebagai kekayaan bangsa dan warisan yang tak ternilai. Ayo masak dan makan semur, warisan budaya asli Indonesia...Nah..kalo ke Belanda perkenalkan ini sebagai masakan nostalgia dari Indonesia..hehe...asal penjajahaannya tidak diteruskan lho ya...

.














Comments

Popular Posts